11. Guru
sang penyuluh hidup
harusnya penghargaan disematkan untukmu...
tapi tak pernah kau pinta itu...
harusnya dengan peluh yang tak pernah kering itu..
kau dapatkan apapun yg kau mau...
malah hardik terkadang tega disuguhkan padamu..
bahkan cacianpun begitu saja diberikan untukmu....
mengapa yang berilmupun buta mata hatinya...
lucunya negeriku...
uang dihamburkan untuk kemaksiatan yang mahal...
membayar keringat sang penyuluh hidup malah dianggap pemborosan anggaran....
wahai sang penyuluh hidup...
sang narator generasi unggul masa depan...
terimakasih untuk bekal yang tak akan pernah habis ini...
untuk setiap peluh yang tak mampu kami balas sepadan.....
@Iffah Qoyyumillah
Gresik, 11 maret'19
uruku
Peluhmu selalu menjadi bukti pengorbananmu
Asamu hanya untuk memajukan anak didikmu
Bagaikan malaikat tanpa sayap
Hatimu lembut bagai sutra
Walau kadang tersulut api kemarahan
Karena tingkah kami yang keterlaluan
Pada akhirnya, hatimu tetap tulus memaafkan
Kuingin mengatakan ribuan kata padamu
Namun, lidah ini terasa kelu sebab malu
Hingga, terciptalah aksara ini sebagai pengganti ucapan untukmu
Terima kasihku, Hanya mampu kusampaikan lewat aksara yang sangat kurang akan diksi
Dan lewat aksara ini, aku bisa berceloteh dan meminta maaf akan kesalahanku selama ini
Siti Annastia Valentina
Jenu, 11 Maret 2019
Guruku
Ilmumu
bagiku
bermutu
untuk kehidupanku
Dua Tiga
Ikan kerapu
Aku jadi bisa
karena Guruku
Guruku Pahlawanku
Suara salam terdengar ramah
Sahutan yang terkadang lemah
Tak juga membuat mu lelah
Kau tetap simpulkan senyum merekah
Wahai Guruku
Aku tergugu malu padamu
Saat nilai ku tak seperti yang kau mau
Meski usaha dan doa sudah ku ulang selalu
Masih juga membuat mu malu
Namun,
bukan sifatmu
jika gagal
kau putus harap
Semangat kami kembali kau ikat
Kau latih kami menjadi lebih kuat
Kau bimbing kami agar lebih giat
Takhlukkan soal yang membuat pikiran kami penat
Kau marah saat kami menyerah
Kau terus saja menyerukan petuah
Berharap kami bangkit mengejar masa depan yang cerah
Oh Guruku
Jasa - jasa mu siap kau labuhkan
Tanpa pernah mengharap balas
Harus ku yakini
Bahwa kau memang pahlawan kami
Tanpamu wahai guruku
Dunia terasa sunyi
Terima kasih guruku
Dari hatiku
@rahmaproject01
Tuban, 11 maret 2019
Sang kyai
Dengan tutur lembut kau bimbing aku
Dengan petuah islamiyah
Kau tata pandangan duniaku
Ku doakan
Semoga engkau di panjangkan umur
Senantiasa dalam rindlonya
Mengamalkan ilmu dari sang pencipta
Untukmu
I love you yai
@choirul_amin
Pondok jenu ,11 03 19
Kidung Kerinduan
Sajak bertajuk kasih
Bergema di langit dirgantara
Menjalar ke setiap denyut nadi
Menusuk setiap relung hati
Kasihmu yang tak terbantah
Bersama deretan aksara yang engkau eja
Telah menyisakan gundah bagi kami
Anak-anak ibu pertiwi
Betapa diri tidak sadar
Segala puisi yang terngiang di pikiran
Adalah kidung-kidung kerinduan
Sebab kami, terlalu jauh dengan Tuhan
@Aliefirfan
Jenu, 1103'19
Imam Sarozi
[[ gugu di tiru ]]
Padam lilin dalam jiwa
Mengetuk api dari tangan sang samudera
Welas asih asuh membakarnya
Menyala menerangi sekitarnya
Dari penanya terbuka dunia rasa
Pencerah di saat malam mulai merajuk duka
Dari bibirnya terhiasi cakrawala asa
Ternukil bait-bait sabda para nabinya
Dia lah
Pembakar gelapnya aksara
Sari dari segala cahaya
Puisi dari segala pujangga
Guruku...
@IT's
Tuban 11 maret 2019
Terimakasih kepada 5 penyair :
sang penyuluh hidup
harusnya penghargaan disematkan untukmu...
tapi tak pernah kau pinta itu...
harusnya dengan peluh yang tak pernah kering itu..
kau dapatkan apapun yg kau mau...
malah hardik terkadang tega disuguhkan padamu..
bahkan cacianpun begitu saja diberikan untukmu....
mengapa yang berilmupun buta mata hatinya...
lucunya negeriku...
uang dihamburkan untuk kemaksiatan yang mahal...
membayar keringat sang penyuluh hidup malah dianggap pemborosan anggaran....
wahai sang penyuluh hidup...
sang narator generasi unggul masa depan...
terimakasih untuk bekal yang tak akan pernah habis ini...
untuk setiap peluh yang tak mampu kami balas sepadan.....
@Iffah Qoyyumillah
Gresik, 11 maret'19
uruku
Peluhmu selalu menjadi bukti pengorbananmu
Asamu hanya untuk memajukan anak didikmu
Bagaikan malaikat tanpa sayap
Hatimu lembut bagai sutra
Walau kadang tersulut api kemarahan
Karena tingkah kami yang keterlaluan
Pada akhirnya, hatimu tetap tulus memaafkan
Kuingin mengatakan ribuan kata padamu
Namun, lidah ini terasa kelu sebab malu
Hingga, terciptalah aksara ini sebagai pengganti ucapan untukmu
Terima kasihku, Hanya mampu kusampaikan lewat aksara yang sangat kurang akan diksi
Dan lewat aksara ini, aku bisa berceloteh dan meminta maaf akan kesalahanku selama ini
Siti Annastia Valentina
Jenu, 11 Maret 2019
Guruku
Ilmumu
bagiku
bermutu
untuk kehidupanku
Dua Tiga
Ikan kerapu
Aku jadi bisa
karena Guruku
Guruku Pahlawanku
Suara salam terdengar ramah
Sahutan yang terkadang lemah
Tak juga membuat mu lelah
Kau tetap simpulkan senyum merekah
Wahai Guruku
Aku tergugu malu padamu
Saat nilai ku tak seperti yang kau mau
Meski usaha dan doa sudah ku ulang selalu
Masih juga membuat mu malu
Namun,
bukan sifatmu
jika gagal
kau putus harap
Semangat kami kembali kau ikat
Kau latih kami menjadi lebih kuat
Kau bimbing kami agar lebih giat
Takhlukkan soal yang membuat pikiran kami penat
Kau marah saat kami menyerah
Kau terus saja menyerukan petuah
Berharap kami bangkit mengejar masa depan yang cerah
Oh Guruku
Jasa - jasa mu siap kau labuhkan
Tanpa pernah mengharap balas
Harus ku yakini
Bahwa kau memang pahlawan kami
Tanpamu wahai guruku
Dunia terasa sunyi
Terima kasih guruku
Dari hatiku
@rahmaproject01
Tuban, 11 maret 2019
Sang kyai
Dengan tutur lembut kau bimbing aku
Dengan petuah islamiyah
Kau tata pandangan duniaku
Ku doakan
Semoga engkau di panjangkan umur
Senantiasa dalam rindlonya
Mengamalkan ilmu dari sang pencipta
Untukmu
I love you yai
@choirul_amin
Pondok jenu ,11 03 19
Kidung Kerinduan
Sajak bertajuk kasih
Bergema di langit dirgantara
Menjalar ke setiap denyut nadi
Menusuk setiap relung hati
Kasihmu yang tak terbantah
Bersama deretan aksara yang engkau eja
Telah menyisakan gundah bagi kami
Anak-anak ibu pertiwi
Betapa diri tidak sadar
Segala puisi yang terngiang di pikiran
Adalah kidung-kidung kerinduan
Sebab kami, terlalu jauh dengan Tuhan
@Aliefirfan
Jenu, 1103'19
Imam Sarozi
[[ gugu di tiru ]]
Padam lilin dalam jiwa
Mengetuk api dari tangan sang samudera
Welas asih asuh membakarnya
Menyala menerangi sekitarnya
Dari penanya terbuka dunia rasa
Pencerah di saat malam mulai merajuk duka
Dari bibirnya terhiasi cakrawala asa
Ternukil bait-bait sabda para nabinya
Dia lah
Pembakar gelapnya aksara
Sari dari segala cahaya
Puisi dari segala pujangga
Guruku...
@IT's
Tuban 11 maret 2019
Terimakasih kepada 5 penyair :
- Iffah Qoyyumillah
- Siti Annastia
- Valentina rahmaproject01
- choirul_amin
- Aliefirfan Imam Sarozi

Komentar
Posting Komentar