Prasasti duka Lentera redup di kelokan jalanan Mengundang jiwa, menapak lekat tempat paling berduka Saat kau mengakhiri semua cerita yang susah payah kita rakit bersama, sedemikian rupa. Engkau melangkah pergi, tanpa bisa ku bantah Menuju pilihan ayahmu, yang tak daya kau berkilah Malam memang hanya diam saja Tapi dia bisa merasakan, bagaimana seorang pecinta bertahun-tahun bertahan pada cinta yang bukan takdirnya. Angin memeluknya erat-erat Bersimpati pada harapan yang sekarat Entah apapun alasannya, aku bersumpah tak akan mendekat pada apapun yang memikat kenangan kumat @Alief Irfan Jenu, 0803'19 Dirimu Terlahir seperti sosok bidadari Dirimu yang kini tak pernah terlepas dari tatapan idra penglihatanku Ini suatu anugrah ataupun karunia aku takbisa menyebutnya Ku anggap kaulah ciptaan tuhan terindah didunia Aku takut bidadari iri padamu Atas kebaikan akhlaq dan tutur lembutmu Aku takut bidadari iri padamu Atas paras c...