Langsung ke konten utama

Postingan

Postingan terbaru

12 maret untuk ibu

Kusuma kalbu kaulah bidadari yang diwartakan zaman yang sanggup mencintaiku sepanjang masa teduh wajahmu adalah tempatku satu-satunya menumpahakan keluh terimakasih atas segala peluh dan air mata yang menghantarkanku menapaki cita-cita darahku adalah darahmu yang bersimbah sejarah nafasku adalah hembusah ikhlasmu yang pasrah terluka mataku adalah buah kasih sayangmu yang tak terhingga pendengaranku adalah tutur tindak tandukmu yang menjelma gita doa sejak aku menginjak tanah tak sedikitpun engkau lengah untuk mencurahkan segala rasa sayang yang kau punya sejak aku berjalan engkaulah manusia pertama yang tak menghendaki siapa saja membuatku terluka bahkan engkau pernah murka kepada tanah menghardiknya padahal kakiku yang masih layu belum kuat menyanga beban diriku sejak aku sekolah aku sudah tau huruf dan angka sebab engkaulah guru pertama yang menanam ilmu dengan tulus luar biasa dan banyak sejak sejak yang mengkin bisa berjuta kata jika aku sajakk...

11 mARET 2019

11. Guru sang penyuluh hidup harusnya penghargaan disematkan untukmu... tapi tak pernah kau pinta itu... harusnya dengan peluh yang tak pernah kering itu.. kau dapatkan apapun yg kau mau... malah hardik terkadang tega disuguhkan padamu.. bahkan cacianpun begitu saja diberikan untukmu.... mengapa yang berilmupun buta mata hatinya... lucunya negeriku... uang dihamburkan untuk kemaksiatan yang mahal... membayar keringat sang penyuluh hidup malah dianggap pemborosan anggaran.... wahai sang penyuluh hidup... sang narator generasi unggul masa depan... terimakasih untuk bekal yang tak akan pernah habis ini... untuk setiap peluh yang tak mampu kami balas sepadan..... @Iffah Qoyyumillah Gresik, 11 maret'19 uruku Peluhmu selalu menjadi bukti pengorbananmu Asamu hanya untuk memajukan anak didikmu Bagaikan malaikat tanpa sayap Hatimu lembut bagai sutra Walau kadang tersulut api kemarahan Karena tingkah kami yang keterlaluan Pada akhirnya, hatimu tetap tulus m...

Setangkai Puisi 10 Maret 2019

Pendidikan Sejak balita aku  menangis untuk mendapatkan apa yang aku minta Beranjak kanak-kanak, aku dilatih berlari sekuat tenaga meraih layang-layang yang putus di udara Menginjak remaja aku dididik berusaha sekuat tenaga menggapai wanita yang aku cinta Pada akhirnya! Saat dewasa ku hanya bisa menangis lari dari kenyataan dan berusaha sekuat tenaga melupakannya @Alief irfan jenu, 1003'19 11. BEBAS. Hakikat cinta cinta harusnya mengerti tanpa penjelasan... cinta harusnya bertindak tanpa dorongan... ia harusnya tumbuh dalam dua sisi... harusnya saling mengimbangi.... namun acuh terkadang menyapa cinta... cinta yang diharap malah kadang merapuhkan.... mengertilah.... tuhanku tahu skala cintaku padamu... i've been love you more than my self.. i've been love you like my dream.... aku hanya ingin... merengkuh nikmat hakikat cinta... cinta yang memberi hikmah.... cinta yang memberi sakinah, mawaddah dan rahmat bersamanya.... ...

Puisi Indonesia

Ujian nasional Mata mana yang tak berderai air duka Menatap sejuta jiwa terdampar tak bernyawa Hati siapa yang tidak remuk terluka Menyaksikan saudara kita hanyut meninggalkan nama Bahtara petaka Meluluhlantahkan cita-cita para balita Memisahkan paksa anak dan ibunya O , Nestapa Hanya deru air mata yang dapat mewakili kata-kata Kisah pilu mengharu biru Bertubi-tubi menyayat hati ibu pertiwi Apa Tuhan tak cinta lagi? Akan tersirat arti dalam setiap tragedi Tak ada cinta yang tak diuji Tangan Tuhan sendiri yang akan menghapus air mata negeri ini @Alief Irfan 1.tema: Indonesia 📌Pertiwiku indonesia Lihatlah dengan nurani.... rasakan apa yang sebenarnya terjadi.. mengapa ia terlihat berkeluh kesah... tak ada raut bahagia dalam dirinya..... mungkinkah ia mulai tak bisa... akankah semua ini menyiksa batinya... jadi saksi tiap ketidak adilan yang terjadi... jadi saksi luka bangsa ini... ibu pertiwi... maafkanlah kami... ...

Tema Cinta

Prasasti duka Lentera redup di kelokan jalanan Mengundang jiwa, menapak lekat tempat paling berduka Saat kau mengakhiri semua cerita yang susah payah kita rakit bersama, sedemikian rupa. Engkau melangkah pergi, tanpa bisa ku bantah Menuju pilihan ayahmu, yang tak daya kau berkilah Malam memang hanya diam saja Tapi dia bisa merasakan, bagaimana seorang pecinta bertahun-tahun bertahan pada cinta yang bukan takdirnya. Angin memeluknya erat-erat Bersimpati pada harapan yang sekarat Entah apapun alasannya, aku bersumpah tak akan mendekat pada apapun yang memikat kenangan kumat @Alief Irfan Jenu, 0803'19 Dirimu Terlahir seperti sosok bidadari Dirimu yang kini tak pernah terlepas dari tatapan idra penglihatanku Ini suatu anugrah ataupun karunia aku takbisa menyebutnya Ku anggap kaulah ciptaan tuhan terindah didunia Aku takut bidadari iri padamu Atas kebaikan akhlaq dan tutur lembutmu Aku takut bidadari iri padamu Atas paras c...

Kamis 07 Maret

Penghulu waktu Detik-detik pasca kunikmati kopi pekat Jariku mengusung sederet kalimat Merajut purnama pertama terkeramat Pernah kupinta sinarnya di malam jumat Sengaja ku pilih hari penghulu Sahaja menyanjung penuh indahmu Menggaungkan kindung-kindung rindu Mengagungkan cinta yang satu Selama bumi masih bergulir pada porosnya Selama daratan masih menjaga grafitasinya Selama langit masih setia manaungi alamnya Selama matahari masih terbit pada timurnya Selama bulan masih menggantung di angkasa Selama itulah namamu .. Ku kumandangkan dendang kerinduan Ku teguk haru pada tegaknya tiang sayang  Ku genggam setiaku yang tak padam Ku selami damai yang menguluk salam Memanjatkan puja doa rasa terimakasih Kepada lentera abdi yang terkenang abadi Biarkan kerinduanku memuncak Bantu agar jantungku berdecak Air mata pecah tersentak Suatu saat ... Jika nafasku telah berhenti berhembus Ragaku kaku terbujur dalam bungkus Arwahku berlari terombang-ambing a...