Penghulu waktu
Detik-detik pasca kunikmati kopi pekat
Jariku mengusung sederet kalimat
Merajut purnama pertama terkeramat
Pernah kupinta sinarnya di malam jumat
Sengaja ku pilih hari penghulu
Sahaja menyanjung penuh indahmu
Menggaungkan kindung-kindung rindu
Mengagungkan cinta yang satu
Selama bumi masih bergulir pada porosnya
Selama daratan masih menjaga grafitasinya
Selama langit masih setia manaungi alamnya
Selama matahari masih terbit pada timurnya
Selama bulan masih menggantung di angkasa
Selama itulah namamu ..
Ku kumandangkan dendang kerinduan
Ku teguk haru pada tegaknya tiang sayang
Ku genggam setiaku yang tak padam
Ku selami damai yang menguluk salam
Memanjatkan puja doa rasa terimakasih
Kepada lentera abdi yang terkenang abadi
Biarkan kerinduanku memuncak
Bantu agar jantungku berdecak
Air mata pecah tersentak
Suatu saat ...
Jika nafasku telah berhenti berhembus
Ragaku kaku terbujur dalam bungkus
Arwahku berlari terombang-ambing arus
Aku berharap ...
Kaulah orang pertama kali yang ku tangkap
Tubuhmu yang pertama kali ku dekap
@Alief Irfan
Jenu, 0703’19
Kitab suci
Kau diturunkan sebagai hidayah umat
Semua isi didunia kau kandung
Dari segi polemik sampai
Bagaimana cara bertutur yang cantik
Terlantunkan ayat-ayatmu lewat suara yang merdu
Irama indah didengar sampai didalam dada
Hati yang mula gersang kau sulap jadi bercahaya
Pedoman umat yang tak mau tersesat
Kau jadi priotitas setiap umat yang bermartabat
Semoga senantiasa ditanyaku di alam kuburku
Kau tetap setia bersamaku dengan ridho sang rabbku
Oleh: choirul amin
Palang,07-03-2019
3
MALAM INI
Gerimis turun dengan tenang
Berbunyi nyaring di atas genteng
Dingin malam semakin menusuk
Lelah badan tak tertahan kan
Suara mahluk kecil seakan menguasai malam
Sunyi sepi malam begitu terasa
Dunia seakan sudah bebeda
Cahaya bulan dan bintang tak terlintas lagi
Warna semu menyelimuti angkasa
Perasaan ngeri kini yang ku rasa
Cicak di dinding kini temani malam ku
Meski tanpa ada kontak suara
Ku mau berdoa tuhan lindungi aku
Jagalah aku selalu jangan biarkan aku di sekap perasaan takut
Karna ku mau tidur berikan kenyamanan untuk ku
@fitria_anisa
11.
Agamamu bukan satir angkuhmu
pilu rasanya sanubari ini..
menapaki realita hidup nan fana..
miris rasa batin ini..
teriris perih oleh sketsa hidup masa kini...
Tuhan....
Agama...
sejatinya jadi pilar diatas segala...
menjadi mimbar khidmah termulia....
teganya realita zaman ini...
Tuhan dijadikanya kedok kekuasaan...
congkak fikir hamba hamba ini...
agama dijadikanya satir keangkuhan....
Dunia dan akhirat...
terlihat samar di mata mereka...
tak perduli lagi surga atau neraka...
yang ada hanya rakus akan fana dunia...
jika terbesit rasa malu pada tuhannya...
jika terngiang pilu sesal bagi Agamanya...
akankah jernih tanpa buih???
atau tetap hanya berlindung dibalik kehancuran dunianya....
Iffah Qoyyumillah
Gresik, 07 Maret'19
Rahmat Agung-Mu
Bulan menyapa dibalik gelapnya gulita
Sayup angin malam begitu menusuk di dada
Memaksa mencari kehangatan dalam selimut yang telah tiada
Tinggal satu harapan pasti, ada dalam pelukan doa
Diri ini kian menjauh dari Rahmat dan kasih sayang-Mu
Tertutup oleh dosa yang tak kunjung terasa
Tak lagi nikmat akan hadirnya wujud welas asih-Mu
Kian hari semakin menipis, keimanan semakin terhina
Waktu bergulir cepat tanpa memberi tanda
Meninggalkan jejak peluh beban nestapa
Membusung dada, tanda diri kian membangga
Terbelenggu nafsu, lupa akan pintu hidayah yang masih terbuka
Yaa Tuhanku... Ampunilah aku
Rahmat-Mu yang Agung tertutupi oleh kesombonganku
Merasa besar, dan selalu merasa paling benar
Tak jarang lisan ini kerap kali berkata kasar
Isyarat dari-Mu kadang terlupakan olehku
Petunjuk-Mu kadang terabaikan akan tingkahku
Akan tetapi cinta-Mu selalu menaungi aib-aibku
Rahmat juga kasih sayang-Mu menutupi dosa-dosaku
Diri ini bersimpuh,
Lemah, tanpa kuasa, tiada berdaya
Harap-harap canggung, malu dengan banyaknya dosa
Tetapi diri ini percaya akan janji indah dalam ayat Karim-Mu
Ya Tuhanku... Dengan Rahmat Agung-Mu
Sinarilah terdalam lubuk hatiku
Bercahaya mempesona jiwa
Bergelora memberi makna, tuk setiap umat manusia
Ya Tuhanku... Dengan Rahmat Agung-Mu
Anugerahilah daku mata yang sejuk, juga jiwa yang tak tergoyahkan
Memandang kasih setiap makhluk ciptaan-Mu
Menebar senandung cinta pada tiap yang berperasaan
Jenu, pas malem jum'at, 2019
Nafi 'Oedin ☺
Robbighfirli dzunubii...
@Nilafrilia
Yaa Ghaffar, ampunkan hamba yang bergelimang dosa.
Yaa Muhaimin, pelihara diri ini yang sangat keji.
Yaa Hakam, tetapkan kuasa-Mu terhadap hati yang memohon ridho ilahi.
Lama kupanjat harap, tiba saat aku terlelap.
Gumpalan tanah menopang punggungku
Ikatan tali mulai di lepas, dari ujung kaki dan kepalaku
Kumandang adzan dikhususkan mengantarku
Man robbuk?
Ucap singkat, dari satu yang akan meninggalkanku
Man nabiyyuk?
Timpalnya lagi sebelum akhir dia pergi.
Tenang, sebab jawaban sudah terngiang menetap dalam jiwa dan pikiran
Tak sia, kutinggalkan perkara dunia
Dengan sayap-sayap yang kurakit sebelum tiada.
Tuban, 0703'19
Irama Kalam
Hiruk pikuk zaman kian menggila,
Kehidupan fana yang penuh tipu daya
Menyeret cucu adam dalam lorong gelap
Kehidupan fana yang penuh tipu daya
Membuat cucu adam lupa akan dunia yang abadi
Membuat lupa akan irama yang menyejukkan sukma
Roda kehidupan terus berputar
Penyesalanpun mulai bertamu
Sedangkan sang waktu tak lagi bisa kembali
Anak cucu adam pun mulai bergerak
Langkah-langkah mulai terdengar
Mencoba berjalan mencari cahaya digelapnya lorong yang tak berujung
Mencoba mencari pintu untuk kembali
Mencoba mencari irama yang telah lama tak didengar
Lantunan kalam mengudara,
Tersusun menjadi irama yang menggetarkan
Irama itu memenuhi seantero lorong
Irama yang mendayu-dayu menentramkan sukma yang bergelimang sesal
.
.
@IndahKurnia
Jenu, 070319
12
Bukan tentang siapapun
Atau bahkan apapun
Tapi hanya tentang keindahan abadi
Ketenangan abadi akan memeluk mesra
Bila kita mengurainya dengan keistiqomahan
ketenangan dan keindahan yang akan dita raih
Bila dengan setulus hati merengkuhnya
Dengan lantunan kalam cinta sang Ilahi
Dengan takbir kerinduan dari sang abdi
Atau dengan sujud-sujud syahdu kala malam menyapa
Tentang ketenangan dan keindahan yang akan menyapa dikehidupan kekal kelak
@Rouchel Amal
Tulungagung, 7 Maret 2019
Penyair:
Alief Irfan
choirul amin
fitria_anisa
Iffah Qoyyumillah
Nafi 'Oedin ☺
Nilafrilia
IndahKurnia
Rouchel Amal

Komentar
Posting Komentar