Langsung ke konten utama

Puisi Indonesia




Ujian nasional

Mata mana yang tak berderai air duka
Menatap sejuta jiwa terdampar tak bernyawa
Hati siapa yang tidak remuk terluka
Menyaksikan saudara kita hanyut meninggalkan nama

Bahtara petaka
Meluluhlantahkan cita-cita para balita
Memisahkan paksa anak dan ibunya

O, Nestapa
Hanya deru air mata yang dapat mewakili kata-kata

Kisah pilu mengharu biru
Bertubi-tubi menyayat hati ibu pertiwi
Apa Tuhan tak cinta lagi?

Akan tersirat arti dalam setiap tragedi
Tak ada cinta yang tak diuji
Tangan Tuhan sendiri yang akan menghapus air mata negeri ini


@Alief Irfan


1.tema: Indonesia

📌Pertiwiku indonesia

Lihatlah dengan nurani....
rasakan apa yang sebenarnya terjadi..
mengapa ia terlihat berkeluh kesah...
tak ada raut bahagia dalam dirinya.....

mungkinkah ia mulai tak bisa...
akankah semua ini menyiksa batinya...
jadi saksi tiap ketidak adilan yang terjadi...
jadi saksi luka bangsa ini...

ibu pertiwi...
maafkanlah kami...
kami belum mampu berdiri diatas kaki sendiri...
kami masih saja bermanja dengan semua ini...

suatu saat nanti...
ingin kusunggingkan lagi senyum itu...
terbitkan kembali semangat pancasila di dada kami...
dalam harmoni bhineka tunggal ika....

@Iffah Qoyyumillah
Sabtu, 9 maret'19

Aku dan Indonesiaku

Jika sekarang hembusan terahir nafasku
Aku relakan kepadamu untukku membela kau dari penjajah yg rakus itu
Jika memang sekarang akhir hayatku
Kuburkan aku ditanah merdekamu

Harga matiku untukkmu
Namaku berataskan namamu
Semua tentangmu
Negara tercintaku

@choirul amin
Pondok Jenu (09-03-19)


Duka Ibu Pertiwi

Alam seakan datang memberi pesan
Bahwa bumi kian menua
Ibu pertiwi menangis darah
Melihat tanahnya rata dalam kedipan mata
Saudaraku berlarian tak tau arah saat air siap  menggulungnya

Teriakan duka memenuhi bumiku
Darah bertumpah ruah
Ribuan mayat tertimbun tanah
Air mata menyayat hati juga tak kunjung reda

Binasa! Semua binasa dalam seketika
Tak ada satu pun Yang tersisa
Harta, benda, nyawa kini hanya cerita

Siti Annastia Valentina
Jenu, 9 Maret 2019


Tetap tegak berdiri
Dalam jiwa dan ragaku
Hingga habis umurku
Kalau kisahku
Garuda terbanglah
Jayalah selalu...


06. Imam sarozi
[[ Indonesia, mulai aneh]]

Senja ini saksi
Setiap janin yang terlahir buta, namun bisa membaca
Aneh, 
Iya memang,  dan itu Indonesia

Senja ini saksi
Setiap ibu yang menjadi ayah,  namun tidak bisa menyusui
Aneh, 
Iya memang,  dan itu Indonesia

Senja ini saksi
Semuanya bisa menjadi agama,  bisa menjadi Tuhan
Aneh, 
Iya memang,  dan itu Indonesia

Senja ini saksi
Setiap kaca di pecahi,  namun potongan rambut rapi,  wajah wangi serta baju rapi
Aneh, 
Iya memang,  dan itu Indonesia

Hahaha
Indonesiaku mulai aneh

@IT's
Sabtu,  09 Maret 2019

Terimakasih kepada 5 penulis puisi Indonesia :

  1. Alief Irfan 
  2. Iffah Qoyyumillah 
  3. choirul amin 
  4. Siti Annastia Valentina 
  5. Imam sarozi

Komentar