Langsung ke konten utama

Setangkai Puisi 10 Maret 2019




Pendidikan

Sejak balita aku  menangis
untuk mendapatkan apa yang aku minta
Beranjak kanak-kanak, aku dilatih berlari sekuat tenaga
meraih layang-layang yang putus di udara
Menginjak remaja aku dididik berusaha
sekuat tenaga menggapai wanita yang aku cinta

Pada akhirnya!
Saat dewasa ku hanya bisa menangis
lari dari kenyataan dan berusaha sekuat tenaga melupakannya

@Alief irfan
jenu, 1003'19

11. BEBAS.

Hakikat cinta

cinta harusnya mengerti tanpa penjelasan...
cinta harusnya bertindak tanpa dorongan...
ia harusnya tumbuh dalam dua sisi...
harusnya saling mengimbangi....

namun acuh terkadang menyapa cinta...
cinta yang diharap malah kadang merapuhkan....

mengertilah....
tuhanku tahu skala cintaku padamu...
i've been love you more than my self..
i've been love you like my dream....

aku hanya ingin...
merengkuh nikmat hakikat cinta...
cinta yang memberi hikmah....
cinta yang memberi sakinah, mawaddah dan rahmat bersamanya....

@Iffah Qoyyumillah
Gresik, 10 maret'19

PL SMO Ukhna:

Terlalu Berharap

Tubuhku lebur dalam asa
Impianku terkubur bersama lara
Batinku berteriak menyuarakan rasa

Ribuan belati menusuk kalbu
Serangan bertubi-tubi menghantam jiwaku
Ragaku mati tertahan malu
Langkahku terkekang masa lalu
Hidupku terkoyak sebab salahmu

Bertahun-tahun menahan rindu
Berharap kau datang memotong waktu
Namun nyatanya, kau kembali bersama yang baru
Tanpa sadar kau telah membunuh jiwaku
Jiwa yang selama ini mengharapkanmu

Siti Annastia Valentina
Jenu,  10 Maret 2019

Nila:
Ujung Waktu

Seberapa jauh kau tempuh
Seberapa lelah kau seduh
Seberapa kesal kau mengeluh
; Kau hidup untuk mengenal itu

Yang kau buang
Yang kau siakan
Akan kau temui
Di ujung nanti
; Adalah dia yang paling peduli

Tak ingin terbuang
Tak ingin terlupakan
Namun dicampakkan.
; Adalah waktu

@nilafrilia
Tuban, 1003'19


Fasta Backery: 04

Gegana

Hatiku bernyanyi
Mendapat balasan darimu
Hatiku berseri
Ketika melihat senyummu
Hatiku gembira
Ketika engkau menyatakan cinta kepadaku
Hatiku senang
Ketika terbayang bayang selalu wajahmu
Hatiku bergetar
Ketika engkau tak membalas chat ku
Hatiku rindu
Ketika tak mendapat kabar darimu
Hatiku gelisah
Ketika cintaku tak terbalas

Fastabiqul Khoirot
Jenu, 10 Maret 2019


PL Umah: 12

Jika kau bertanya rasanya menunggu
Bosan, Lelah, Sendu
Itu yang kurasakan kala ku menunggumu
Atau bahkan sampai saat ini pun aku masih menunggu
Menunggu hadirmu dalam dunia nyataku
Bertemu denganku
Selama ini engkau hanya ilusi dari kata2ku saja
Bukan dalam nyataku
Ahh aku salah
Kau nyata
Tapi nun jauh disana
Kita terpisah jauh dan terkekang jarak
Bahkan terkadang dunia seolah tak merestui pertemuan kita
Aku pergi kau pulang
Kau pulang aku pergi
Namun satu hal pasti yang harus kau tau
Aku masih dan selalu menunggumu

@Rouchel Amal
Tulungagung, 10 Maret 2019

 Mbah Imam: 06. imam sarozi
[[ asmara Gatholoco ]]

Kidung asrama menggema, Centini memulai jurusnya
Pikat,  rayu mulai di rasa,  sabdatama jatuh hati padanya

Gatotkaca berdiri gagah,  tak ingin cintanya terluka
Otot kawat balung wesi mulai di rapalkannya
Penghakiman sabdatama dalam mantra

Centini menangis,  tak ingin ada darah tertumpa
Karena cinta bukan tentang siapa yang harus kalah
Namun tentang cara terbaik meng iklas kan nya

Centini duduk bertapa,  khusyuk dalam Mujahadahnya
Meronta dalamnya bathinnya
Gelora cinta segitiga tak kunjung reda

Basudewa mulai iba,  istana dewa bergetar karena doanya,
Langit muram hujan mengiringinya
Semar bijaksana datang menyampaikan risalah

Sabdatama dalam kesakitannya,
Gatotkaca dalam ambisi hasratnya,
Lebur dalam perang badar atas nama cinta 21 abad lamanya

Semar datang memberi petuah
"Karsa ingsun handulusih"
Cinta bukan tentang yg fana
Dia lah sejati dari segala raja

Centini dalam pangkuan dewa,
Tahmid membanjiri airmata
Takbir dalam nafasnya
Tasbih mengalir dalam darahnya

Sabdatama,
Gatotkaca,
Mereka binasa Dalam api egonya
Centini merdeka dalam penjara mahabbah

#IT's
Tuban,  10 maret 2019


+62 857-0843-3831
RAPUH

Lembaran - lembaran usang
Mengingatkan potret yang jauh terkenang
Menyuarakan betapa sakit terbuang
Mengubur rindu yang tak jua pulang

Seolah terdampar di batas karang
Menggempar di langit petang
Menghukum hati yang terasa kadung
Mencintai hal - hal yang tak berujung

Hati ku pilu di makan waktu
Lusuh menyerupai aku
Menjelma dalam sajak sendu
Rapuh menelusup jiwaku

Pergi mu sisakan legam
Perasaan ku padam di telan malam
Kau bukan lagi yang ku inginkan
Sebab luka ku terlalu dalam kau tancapkan

@rahmaproject01
Tuban, 10 maret 2019


Amien:
Sepi

Entah apa?
Tanpa kata
Tanpa rupa
Tanpa suara
Namun memyeramkan
Namum menakutkan
Namun menyakitkan

@choirul amin
Jenu,10 03 19

PL SMO Nafi':

Ketika hatiku mengangkasa
Tertuju namamu dalam raut kebinasaan
Menyibak muka tersenyum mempesona
sepertinya hoax belaka.

Biang kelana memupuk cinta
KAMU, hanya keindahan jemarimu
Tersirat makna
Dalam gelombang bernama sayang

Sayangnya hanya bualan kata saya
intinya, tiada inti dalam kata cinta
kamu, adalah kamu dalam diriku
menjelma sebagai keindahan
dalam kalbu-kalbu kebahagiaan. 😚

Jenu, tengah wengi 2019
Nafi 'Oedin


PL SMO Nafi':
Sepi

Adalah arti keramaian dalam hati
ketika kesedihan memberontak
Bayangmu muncul menyeruak
Senyummu, membuatku merenung

Sepi, adalah bualan khayalan belaka
Yang ada, kamu adalah kasihku
Berwujud rindu, berlagak pilu
Memberantas mimpi dalam angan

Sepi, adalah kamu tanpa diriku
mendua, bermesra dengan sepoi malam
tiada terdengar lagi nyanyian sepi
Karena kamu telah merebut hatiku

Jenu, tengah wengi 2019
Nafi 'Oedin

Terimakash kepada 11 penyair, semoga berkah wkwkwk

  1. Alief irfan
  2. Iffah Qoyyumillah 
  3. Siti Annastia 
  4. Valentina 
  5. nilafrilia 
  6. Fastabiqul Khoirot 
  7. Rouchel Amal  
  8. Mbah Imam 
  9. rahmaproject01 
  10. choirul amin 
  11. Nafi 'Oedin


Komentar