Prasasti
duka
Lentera
redup di kelokan jalanan
Mengundang
jiwa, menapak lekat tempat paling berduka
Saat kau
mengakhiri semua cerita
yang
susah payah kita rakit bersama, sedemikian rupa.
Engkau
melangkah pergi, tanpa bisa ku bantah
Menuju
pilihan ayahmu, yang tak daya kau berkilah
Malam
memang hanya diam saja
Tapi dia
bisa merasakan, bagaimana seorang pecinta
bertahun-tahun
bertahan pada cinta yang bukan takdirnya.
Angin
memeluknya erat-erat
Bersimpati
pada harapan yang sekarat
Entah
apapun alasannya, aku bersumpah tak akan mendekat
pada
apapun yang memikat kenangan kumat
@Alief Irfan
Jenu, 0803'19
Dirimu
Terlahir seperti sosok bidadari
Dirimu yang kini tak pernah terlepas dari tatapan idra penglihatanku
Ini suatu anugrah ataupun karunia aku takbisa menyebutnya
Ku anggap kaulah ciptaan tuhan terindah didunia
Aku takut bidadari iri padamu
Atas kebaikan akhlaq dan tutur lembutmu
Aku takut bidadari iri padamu
Atas paras cantiknya wajahmu yg setiap keindahanmu
Menjadikan kau layak dipanggil ratu
Entah harus bersajak apalagi
Kurasa tak mudah mempuisikan keindahanmu
Ini hanyalah bualan dari pengagummu
Yang tiap hari tak henti berharap
Semoga kau lah yang menjadi takdir akhir cerita cintaku
Choirul amin
Palang,08-03-19
Hadirnya Rasa
Setitik rasa merubah segalanya
Bagai nyanyian hujan yang tak pernah tau kapan mulanya
Rasa ini datang tanpa permisi mengisi relung hati
Kicauan burung di pagi hari
Bagaikan rayuan hati yang mencari jati diri
Hadirmu yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya
Membawa ribuan warna pada hati yang dirundung merana
Aku tak tahu rasa apa yang telah memporak-porandakan dada
Yang ku tahu rasa ini menyimpan harapan untuk bersama
Siti Annastia Valentina
Jenu, 8 Maret 2019
06. imam sarozi
Cinta
Cinta...
Aku padamu
Datang
Lalu pergi
Kita selamanya
Cinta...
Aku padamu
Sama
Satu
Kemana selamanya
Cinta...
Aku padamu
Menyatu
Selalu
Dimana selamanya
@IT's
tuban, 08 maret 2019
Untuk Mas Imam
Antara suka dan cinta
Hari hari berharap ada kabar darimu
Buka status tutup lagi
buku chat tutup lagi
berharap ada kabar darimu
Kelihatan online di statusmu
Namun aku tak punya hak untuk menyapamu
takut akan kamu risih atas kehadiranku
sabar menunggu, jika engkau memang jodoh yang di titipkan Tuhan kepadaku
Aku ikhlas menunggumu selalu
Semoga memang engkau tulang rusukku
yang selama ini aku do'akan di penguhujung hatiku
Fasta
Jum'at, 08 Maret 2019
11. Tema : CINTA
🌹Namaku cinta🌹
Dia mengenalku...
merekapun tentu tahu aku...
apalagi kamu, yang selama ini bersamaku..
namaku CINTA...
satu kata saja namun bak raja....
penguasa tiap jengkal rasa...
bertahta dalam relung relung jiwa...
mengenalku seringkali membahagiakan...
namun tak jarang malah menyakitkan...
aku tak paksa hadirkan sapa....
namun aku terkadang tersapa begitu saja....
aku ini hanya CINTA..
tak layak bagiku kau dewakan...
aku hanya seonggok rasa...
tak akan jadi pengganti Tuhan....
mencintalah seperlunya saja....
tak perlu berkoar sumpah cinta..
karena jika nanti aku mulai sirna...
sakitnya akan menghujam sang pecinta....
@Iffah Qoyyumillah
Gresik, 08 march'19
(Fajar, 1 Rajab)
Kembali cinta
Namurra
Kusesap kembali rasa dan asa yang pernah hilang
Kurengkuh lagi ia yang pulang
Sebab rasaku masih sama, sayang
Tak ada goresan luka yang kau sisakan, hanya cinta yang terkenang
Apa yang telah dimulai sepenuh kasih, semoga berakhir tanpa perih
Yang terkasih jangan lagi terluka merintih
Lupakan sedih, lupakan seperti buih
Biarkan bahagia mengambil alih
Ketika jarak melanda, biarkan rindu berkuasa
Kau punya jejak, abadi dalam setiap kenangan masa
Khilafmu, maafku yang tak terhingga
Sebab manusia, takkan selamat dari lupa
Makassar|Jumat08/03/18
Pengertian dan Perhatian
Seperti indahnya cahaya dalam lembayung senja
Seperti hati sang Surya dalam menyinari jagat raya
Seperti Raja Sulaiman membangunkan istana untuk Ratu tercintanya
Seperti ikhlasnya bumi pada pijakan yang diarahkan padanya
Seperti Embun yang menyejukkan kalbu pagi yang memanas
Seperti api menghangatkan tulang dari tusukan dingin yang ganas
Seperti air mengalir pada mata dari pandangan culas
Seperti tanah menahan ranting yang mulai melemas
Seperti jantung memompa darah penuh arti
Seperti paru-paru menimba nafas semenjak dini
Ginjal menampung sejuta macam air menuju ruangnya
Lambung ikhlas menerima asupan dari mulut yang menganga
Perhatian itu mengasihi.. Pengertian itu mewadahi
Perhatian itu menyayangi.. Pengertian itu wujud cinta dalam hati
Perhatian itu emas berlian.. Pengertian itu uang belanja tercukupkan
Perhatian dan pengertian itu bukanlah hasil dari jaran yang bergoyang
Nafi' Oedin
Sabtu, merindu 2019
Perbedaan dan harapan yang telah sirna
Bagai langit dan bumi..
Perbedaan yang sangat mencengangkan
Yang bisa-bisa tak akan terjadi namanya kebersamaan
Bak air dan minyakbyang sulit untuk disatukan
Terkecuali dengan perantara
Dan itu sangat nihil untuk difikir dengan mesin pengotak atik pikiran dan itu terbukti...
Ketika sang mendung memberi harapan kepada sang hujan
Yang membuat sang hujan begitu yakin bahwa itu akan terjadi
Dan ternyata, itu hanyalah hiliran angin sejenak
Betapa relanya sang hujan yang mau di buang begitu sja oleh sang mendung
Disitu hati terasa hancur bagai angin yang memporak porandakan semua tega, sangat tega!!!...
Sang pelangipun datang, dan di situlah sang hujan sadar
Betapa hampanya hati!!! Ketika sang mendung membagikan harapan itu kpd yg lain.
Dan membuat harapan itu semua hilang bak di telan bumi.
Semua itu telah sirna,hanyut tak tau kemana semua harapan itu berada!
Yg ternyata semua harapan itu beralih teruntuk pelagi yg membuat sang mendung mnjadi nyaman dgnnya.
Sehingga sang hujan pun hanya bisa terdiam seribu bahasa,
Di situ sang hujan hanya bisa pasrah dgn di temani aliran air yg turun menetes untuk mnahan rasa itu semua.
Tapi....
Tuhan tau kpn waktu bahagia itu datang
Sehingga sang surya pun datang yg masih malu utk menampakkan dirinya,
Yang hanya mengintip di sela sela kabut awan dengan sinarnya
Terimakasih kepada 7 penulis bertema cinta:
- Alief Irfan-
- Choirul amin-
- Siti Annastia Valentina-
- imam sarozi-
- Fasta-I
- ffah Qoyyumillah-
- Namurra-Nafi' Oedin-
- Hamba Allah

Komentar
Posting Komentar